Passing ITIL v3 Foundation Exam (May the 4th Be With Me)

Screen Shot 2016-05-04 at 2.50.08 PM

So for some ridiculous reason i chose this date, May 4th, as the day to take the ITIL v3 Foundation exam and it turn out the true power of the date has been unleashed my true nature, my dark side. 😀

Well put aside the joke, i found out this exam and the course has gave me the insight to knew much deeper for IT Service Management (ITSM).

Unwittingly I have been on IT industry for more than a decade, and I realize there is this “explanation” for what I’ve been done all this time.

I’m on the business of customer service, project engineer and been living for a short golden period experiencing the work in telco without knowing it was a job of manage services business which been part of a worldwide framework/guidance in the IT business, the ITIL knowledge.

Hopefully, this achievement will become my stepping stone to learn few related with ITIL in the future. I got my eyes on PMP from PMI, but yeah probably I’ll have to wait til the next May 4th to take exam to have the PMP certification.

I just want to learn more for now, and learn more. 🙂

Iklan

Bang Faisal Basri untuk DKI 1 2017

Faisal_Basri

Tergelitik postingan Al Buchori mengenai calon pemimpin ibukota Jakarta, salah satu tokoh dengan latar belakang yang sangat kompeten untuk memimpin DKI menurut saya adalah adalah Faisal Basri.

Dengan berbagai pengalaman di berbagai bidang yang berhubungan dengan ekonomi, kebijakan politik, pendidikan, bahkan yang terbaru ketika Bang Basri dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk masuk ke dalam tim Komite Reformasi Tata Kelola Migas yang menangani Petral (Semoga yang membaca mengetahui seberapa besar pengaruh Petral terhadap negeri ini, dan perlu seberapa besar nyali untuk menghadapi Petral) membuat sosok Bang Basri sangat pantas untuk memimpin DKI Jakarta.

Darah politik mengalir deras dari keponakan mendiang Wakil Presiden Adam Malik. Bang Basri turut membidani lahirnya Partai Amanat Nasional, (PAN).

Keberanian dan kevokalan Bang Basri tidak perlu diragukan lagi, termasuk ketika di tahun 2012 maju sebagai calon gubernur DKI melalui jalur independen, dengan segala kekurangannya tapi perolehannya suara Bang Basri beserta Biem Benyamin mampu mengejutkan bahkan mengalahkan pasangan lain yang didukung partai politik.

Jabatan negara pun tak sungkan Bang Basri tolak ketika di era menteri keuangan Republik Sri Mulyani sempat menawarinya menjadi dirjen.

Bang Basri adalah kutub selatannya jika gubernur petahan DKI saat ini adalah kutub utara dalam berkomunikasi masal.

Tapi sesungguhnya Bang Basri ini bukanlah saingan dari gubernur petahana DKI saat ini, keduanya sama-sama tokoh yang memiliki komitmen melawan korupsi. Dibuktikan dengan penghargaan tokoh anti korupsi kepada Bang Basri dan gubernur DKI petahana.

Antara Bang Basri sesungguhnya cocok bersanding dengan gubernur DKI petahana. Tetapi Tuhan memutuskan untuk tidak menaruh insan-insan terbaiknya dalam satu kesempatan. Insan-insan terbaik itu ditakdirkan hadir dan berjalan sesuai waktunya.

Pilihan bagi pemilih yang saat ini galau dan bimbang mengenai kriteria seorang pemimpin.

Yang sekedar jadi pertanyaan, maukah mereka yang galau, mengusung Bang Basri untuk maju kembali mencoba memimpin Jakarta?

Maukah mereka yang memiliki kekuatan besar mengusung tokoh sekaliber Bang Basri?

Karena Bang Basri pun sepertinya tipikal “cuek gak kepilih ya sudah”, nothing to lose.

Semoga galau kalian berkurang. 🙂

*JB, Lahir di Kemayoran, besar & tinggal di Cikarang, kuliah di Cempaka Putih dan bekerja selama 11 tahun terakhir di Sudirman-Kuningan-Sudirman* 😀