2015 Yang Istimewa.

Tulisan ini dibuat sebagai refleksi kehidupan saya dan istri, Rini Alvifa sebagai satu keluarga di tahun 2015 yang lalu, di usia sepuluh tahun usia pernikahan kami, dan sebagai bentuk rasa syukur kami terhadap semua yang telah diberikan oleh Allah SWT dan rasa terima kasih dan hormat kami untuk keluarga, dan sahabat tercinta yang tanpa lelah memberikan dukungan.

 Tulisan ini adalah pengingat, sebuah kontemplasi.

Tak ada kuasa bagi kami kepada pembaca tulisan ini, kecuali secuil doa untuk  mendapat hikmah dan manfaat yang bisa diambil.

Setiap orangtua yang memiliki buah hati pasti mendambakan balitanya sehat. Baik semenjak semasa didalam kandungan dengan memastikan sang ibu mendapatkan asupan nutrisi yang baik hingga pasca melahirkan dengan memberikan ASI kepada sang balita.

Demikianlah hal yang dilakukan oleh istriku, seperti para ibu lainnya di dunia ini.

Proses persalinan dilakukan dengan metoda sectio-caesarea dikarenakan kendala fisik dan kesehatan mengantarkan istriku melahirkan buah hati kami pada 19 Januari 2015, yang kami beri nama Alva.

Alva_Lahir

Bilirubin yang tinggi (https://www.google.com/search?q=bilirubin&ie=utf-8&oe=utf-8) dan tingginya curah hujan mengharuskan Alva mendapat perawatan penyinaran pada awal pasca dilahirkan.

Seiring berjalan waktu Alva tumbuh menjadi bayi yang sehat, lucu, (dan masih demikian hingga tulisan ini dibuat).

Pada bulan April 2015, tanggal 11, Allah SWT memperlihatkan cintaNya yang besar kepada kami sekeluarga, ibunda mertua saya, Ibunda Hajjah Risma Frans berpulang setelah hampir seminggu mendapatkan perawatan intensif. Hanya ikhlas, sabar dan berdoa yang bisa kami lakukan. Bersyukur atas seluruh cinta yang didapatkan dari Almarhumah selama dalam bimbingannya.

kdk_0004

Bulan April menjadi bulan penting, Alva mendapatkan pengalaman pertama melakukan perjalanan jarah jauh menggunakan pesawat terbang ke Sumatera Utara pada usia 3 bulan, lebih cepat 2 bulan dari pengalaman pertama abangnya.

Berjalan seiring waktu Alva semakin memperlihatkan keaktifan dan responnya yang menggemaskan, hingga tibalah bulan Juni.

Juni 2015, merupakan bulan yang kami rasakan dan sambut dengan berjuta rasa.

Bapakku, H.Lestari Basuki, mengalami stroke kedua di awal minggu, tidak lama setelah hari kelahirannya pada 1 Juni. Kondisi yang mengharuskan Bapak mendapatkan perawatan intensif di RS Medirossa, Cikarang, pada tanggal 4 Juni.

Pada awal Juni juga kami mendapatkan kondisi Alva yang tidak semestinya, Alva mengalami pendarahan dari alat kelamin perempuannya.

Pada awalnya kami menganggap ini adalah kondisi yang akan berlangsung dalam seminggu dan kemudian berlalu, hanya berdasarkan artikel dan literatur yang kami baca di Internet mirip dengan yang terjadi dengan Alva.

Kami salah dan tidak menyangka kondisi Alva semakin mengkhawatirkan.

Di saat yang hampir bersamaan dengan dirawatnya Bapak yang tidak stabil kami pun membawa Alva ke RS. Mitra Keluarga Cikarang untuk mendapat pengobatan pada tanggal 8 Juni 2015 karena pendarahan yang semakin hebat.

Dokter  yang memeriksa Alva pun mengalami kekhawatiran dengan diagnosa awal dan menyarankan kami untuk melanjutkan pengobatan pada hari itu juga ke RSU. Hermina, Bekasi Barat dan berkonsultansi dengan dokter spesialis anak, sub Endokrin.

Pada 8 Juni, Alva disarankan harus dirawat, karena pendarahan yang hebat hingga menyebabkan nilai HB (Haemoglobin) turun menjadi 8.4 dari nilai rujukan 9/10.

Transfusi darah (dalam bentuk cryo-pecipitate) dibutuhkan dan dilakukan. Entah berapa banyak popok yang kami habiskan untuk menampung darah yang keluar dan sejak hari mulai dirawat, kami mencatat popok tersebut yang telah penuh sesuai arahan dokter untuk mengevaluasi kondisi Alva.

Tanda-tanda pendarahan yang telah terjadi beberapa hari pada Alva menyebabkan anemia hebat dan dokter menduga adanya kemungkinan adanya luka pada area kewanitaan Alva, kemiripan adanya kegagalan pembekuan darah seperti haemofilia hanya subyek penderita adalah wanita, yang mana jika asumsinya pada wanita maka kasus tersebut tergolong langka dengan istilah kedokteran adalah penderita Von Wylebrand.

Nama yang terkesan keren tapi sungguh menakutkan.

Kami ketakutan, khawatir, dan  kebingungan. Bagaimana mungkin bisa terjadi? Apa yang salah dari kami, apa yang salah dengan makanan kami, apa yang salah dengan golongan darah, genetika kami? Sejuta rasa menyalahkan diri sendiri dan kebingungan, kesedihan melanda.

Pada saat itu yang bisa kami lakukan adalah pasrah terhadap ujian kasih sayang Allah SWT.

Tindakan berikutnya adalah USG abdomen (perut) dilakukan pada tanggal 8 Juni 2015 di sore hari, pemeriksaan difokuskan area perut dan dekat kelamin.

Hasil pemeriksaan mendiagnosa pembesaran uterus dengan adanya massa didalam rahim Alva.

Saya dan istri termenung, dan bingung.

Apakah massa itu yang menyebabkan pendarahan hebat? Wallahu a’lam karena dari hasil pemeriksaan USG tersebut rekomendasinya dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan metode CT-SCAN.

Tanggal 9 Juni 2015 kami jalankan pemindaian area perut Alva dengan metode CT-SCAN (whole abdomen kontrass). Dokter pun menyarankan dilakukan pemeriksaan darah lebih dalam untuk mencari jawaban dari hasil USG abdomen. Sebuah pemeriksaan darah yang dari namanya membuat kami gusar, tes Penanda Tumor AFP (Alpha Feto Protein), pemeriksaan kepada protein dasar, semacam deteksi yang bisa dijadikan dasar pengobatan dan perawatan.

Tes darah pun dilakukan untuk mengecek nilai HB yang hasilnya malah turun menjadi 7.2 dari nilai rujukan 9/10-12. Transfusi tetap harus dilakukan.

Tanggal 10 Juni 2015, kami mendapatkan hasil pemindaian CT-SCAN. Tidak menggembirakan karena kesan yang ditangkap adalah kistas simple ginjal kanan dan kiri dan pembesaran uterus, tidak tampak SOL intrauterus.

Hasil pemeriksaan penanda tumor AFP pun turut membuat kami bermuram wajah, nilai yang muncul sangat jauh tinggi dari nilai rujukan.

Kami tak bisa berbuat apa-apa, hanya berdoa yang bisa kami lakukan dan berharap proses pendarahan pada Alva berhenti.

Pada saat bersamaan kondisi Bapak yang sedang dirawat semakin mengalami ketidakstabilan. Perhatian dan pikiran kami sekeluarga pun terbelah. Memikirkan Bapak, orangtua kami yang selalu didampingi Mama dan adik-adik kami terus menerus. Di Cikarang dan Bekasi Barat.

Satu fokus doa kami pada saat itu kepada gusti Allah SWT untuk kesembuhan sakit Bapak dan puteri kami, memohon petunjuk mengenai apa sakit yang diderita Alva.

Tanggal 11 juni 2015 pagi, setelah berdiskusi dengan istri dan disarankan saya pulang sejenak, menengok bapak yang masih dirawat di ICU dan rehat. Saya mendapati kondisi bapak yang sedikit kurang baik. Tampak sekali kelelahan di wajah mama dan adik-adik yang menunggu tapi tetap dengan kesigapan dan semangat. Hingga waktu Dzhuhur di RS saya memutuskan untuk pulang dan sholat.

Menjelang Ashar, telpon berdering diujung sana adik meminta saya untuk segera datang ke rumah sakit. Dan setelah tiba saya langsung mendapati adik dan mama menangis, memberi kabar bahwa bapak telah berpulang ke hadirat Allah SWT.

Bapak_edit

Apakah ini yang menjadi kengototan istri dalam berdiskusi di pagi harinya? Wallahu a’lam.

Seketika itu saya merasakan ketidakmampuan yang teramat sangat. Menangis pun terasa sulit karena disaat kehilangan seorang teman, guru, dan panutan hidup, saya memikirkan kondisi Alva di RS Hermina.

Istri pun saya kabari, perasaanku menangkap ada kesedihan dan ketidakberdayaan dirasakan istriku di ujung sambungan telpon.

Dokter yang menangani Alva pun memberikan perhatian yang sangat besar dengan duka yang kami alami hari itu dengan menawari istri dan Alva untuk pulang sejenak dengan ambulan dan perlengkapan medis, namun saya meminta istri berkorban lagi, untuk tidak pulang dan mengingat bapak semasa dengan baik, mendoakannya dan tetap fokus menjaga Alva.

Segala puji bagi Allah SWT, saat itu juga kami sekeluarga memutuskan bapak harus segera diurus proses pemakamannya. Kami memutuskan untuk memakamkan bapak di tanah belakang rumah, bergabung dengan keluarga pemilik tanah sebelumnya yang dengan sangat murah hati mengijinkan bapak dimakamkan di tanah tersebut.

Proses pemakaman selesai pukul 8 malam tetapi saya tidak bisa kembali ke RS untuk menemani Alva dan baru bisa kembali pada keesokan harinya. Kabar baik pun saya terima dari istri pada malam itu, pemeriksaan darah menunjukkan HB Alva mengalami peningkatan di angka 14, di atas nilai rujukan. Dokter mengijinkan Alva bisa pulang di esok harinya.

Tanggal 12 Juni 2015, Alva mendapatkan transfusi terakhir, karena pendarahan dari alat kelaminnya berhenti dan kami diperbolehkan pulang. Alhamdulillah.

Hal yang lumrah terjadi pada saat sempit dan sulit adalah intensitas doa dan ibadah yang kami lakukan semakin lebih. Saya malu sekali, menjadi insan yang hanya butuh Tuhan dikalah susah dan seringkali lupa dan sombong ketika diberikan kebahagiaan dan kemudahan.

Tapi disaat sulit itu pun Allah SWT tak pernah meninggalkan kami.

Dia datang melalui doa-doa yang disampaikan keluarga kami, sahabat-sahabat kami, di mana pun. Ucapan-ucapan simpati yang menguatkan kami. Tuhan menguatkan kami dengan memberikan kami keluarga baru di kamar perawatan kelas II, yang mendukung dan berbagi rasa, telinga dan meringankan kami.

Hingga Allah SWT memberikan jawaban atas kondisi Alva menjelang hari raya Idul Fitri.

Setelah menjalankan serangkaian pemeriksaan dan konsultansi di RSCM, Prodia, dan RS. Hermina Bekasi Barat, kami mendapatkan kondisi Alva dipicu oleh tingginya hormon yang dimiliki Alva sehingga menyebabkan kondisi seperti pubertas dini.

Dokter menganjurkan untuk menjalani dengan terapi kendali hormon.

Apa penyebabnya? Wallahu a’lam. Kami masih berdoa, berharap yang Maha Kuasa melimpahkan petunjukNya.

Kondisi yang jarang terjadi pada anak dibawah usia 9 tahun. Dan hingga hari ini, 7 februari 2016 putri kami tercinta, Alva masih menjalankan terapi kendali hormon untuk menekan tingginya hormon tersebut setiap bulannya.

Tahun 2015 ini pula, di 28 Juni, Faris beranjak satu tahap menuju laki-laki, dengan menjalani proses khitan pada bulan puasa.

Faris_Khitan_29_Juni_2015

Dan selepas lebaran, berbarengan dengan dengan berkurangnya usia saya di 27 Juli 2015, Faris menjalani hari pertama bersekolah di sekolah dasar negeri tempat saya, dan adik-adik saya bersekolah.

Faris_Sekolah

Tulisan ini adalah pengingat kepada keluarga kami tercinta, yang telah meninggalkan kami mau pun yang masih bersama kami.

Pengingat bahwa ada mama tercinta yang harus selalu kami hormati, sayangi dan bahagiakan dan kami jaga selepas kepergian Bapak, meski jelas tidak akan bisa seperti almarhum Bapak.

Juga pengingat bahwa masih ada Bapak mertua tercinta, yang senantiasa mengasihi kami anak-anaknya dan Insya Allah doa, kasih sayang dan pikiran kami selalu tercurahkan untuknya.

Hal yang terpenting adalah bagaimana hidup harus terus berjalan dengan segala hal yang terjadi.

Kehilangan, dan kehadiran dalam sebuah kehidupan adalah hal yang biasa. Bagaimana hidup harus terus berlanjut, belajar bersabar untuk bangun dari keterpurukan, mencoba melihat sisi positif dan mensyukuri atas karunia yang ada adalah suatu tantangan dan misteri untuk mendewasakan saya dan keluarga, dan hal itu sulit jika tanpa uluran kehadiran, pikiran, mau pun doa dari keluarga, dan teman-teman tercinta.

Memelihara dan membesarkan suatu kehidupan pun adalah suatu misi yang tidak hanya membutuhkan kekuatan material, tetapi juga keteguhan spiritual.

10857856_10152823202471504_4955588148244184749_n

IMG_20151018_120752

Ya Allah, tuntunlah kami untuk belajar dan bisa menjadi manusia yang bersabar di kala sulit dan sempit, bersyukur di kala senang dan lapang.

Ya Allah, berkahilah, limpahkan rahmatMu untuk keluargaku, teman-temanku, orang-orang yang senantiasa mengulurkan tangan pertolongannya kepada kami dan juga tempat kami mencari nafkah dan rizkiMu.

2015 terima kasih telah mendidik kami, semoga di tahun berikutnya kami bisa menapak jalan menuju kebaikan dan Istiqomah. 🙂

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s