Instalasi Oracle Solaris Cluster 3.3 menggunakan Oracle Virtualbox [Bagian 1]

Logo Oracle Cluster

Pemahaman bebas dari istilah komputasi cluster di Wikipedia adalah;

Kumpulan dari komputer yang bekerja secara kesatuan dan pada satu sudut pandang dilihat sebagai sebuah satu unit sistem komputasi.

Oracle Solaris Cluster adalah solusi terintegrasi dari perangkat lunak dan perangkat keras  Oracle yang berguna untuk menciptakan sistem komputasi dengan tingkat ketersediaan yang tinggi (highly-available) dan memiliki layanan yang dapat ditingkatkan (scalable services).

Secara konsep arsitektur Oracle Solaris Cluster tidak jauh berbeda dengan konsep arsitektur komputasi cluster High-Available (HA) lainnya seperti cluster Linux (contoh; Suse Linux Enterprise High Availability) dan kebutuhan perangkat untuk membangun cluster tidak jauh berbeda, dengan sedikit catatan bahwa Solaris Cluster memerlukan kehadiran Quorum Device atau Quorum Server secara mutlak, sedang pada cluster SLEHA adalah opsional kecuali untuk menghadirkan fitur STONITH sebagai mekanisme fencing yang berfungsi menghindarkan kondisi split-brain atau cluster amnesia.

Untuk instalasi Oracle Solaris Cluster di komputer personal yang dibutuhkan adalah:

1. Komputer atau laptop dengan prosesor dan memori yang memadai untuk membuat 3 sistem operasi maya Oracle Solaris

2. Perangkat lunak virtualisasi Virtualbox.

3. Sistem operasi Solaris 10 yang menggunakan file-system ZFS atau UFS. Pada instalasi di bawah ZFS dipilih karena banyaknya keunggulan yang ditawarkan. (Catatan: Oracle juga menyediakan template Virtualbox dari Solaris 10 yang digunakan sebagai bahan evaluasi yang bisa diunduh di http://www.oracle.com/technetwork/server-storage/solaris11/vmtemplates-vmvirtualbox-1949721.html)

4. Perangkat lunak Solaris Cluster 3.3. (Catatan: Anda harus memiliki akun di Oracle/Oracle Account untuk bisa mengunduh Solaris Cluster, jika belum maka bisa dibuat melalui alamat ini)

5. Sistem operasi storage iSCSI (detailnya dijelaskan dibagian bawah) jika ingin menggunakan Quorum Device yang akan digunakan secara bersama oleh kedua node sistem cluster.

6. Dokumentasi dan panduan, yang utama adalah menggunakan pustaka dari Oracle mengenai Solaris Cluster, dan juga situs-situs atau blog yang bisa dicari melalui peramban dengan kata kunci “Solaris Cluster + Install”.

Untuk panduan instalasi ini saya menggunakan konfigurasi seperti ini:

1.  Panduan konfigurasi sistem operasi Solaris 10 di VirtualBox

Catatan: Di panduan ini saya tidak akan membahas cara instalasi sistem operasi Solaris 10.

   a. Alokasi RAM/memori dengan jumlah 2048 MB untuk satu node (satu hostname). Solaris 10 membutuhkan sedikitnya 750 MB alokasi RAM untuk diinstal dengan konfigurasi penuh.

Memori

   b.  2 adapter jaringan/NIC maya dengan pilihan konfigurasi internal network

NIC

   c. Mengalokasikan ruang penyimpanan maya untuk Solaris 10, dalam panduan ini saya menyediakan ruang maya sebesar 20 GB pertiap node sistem operasi Solaris 10.

Screen Shot 2013-11-10 at 1.17.26 AM

Jika ditinjau maka konfigurasi dasar yang dibuat untuk instalasi adalah seperti di bawah;

storage

2.  Sistem operasi iSCSI shared-storage

Catatan:

Di panduan ini saya tidak akan membahas cara instalasi sistem operasi iSCSI sharestorage secara penuh.

a. Unduh sistem operasi storage yang bersifat open-source yang memiliki fasilitas iSCSI, dalam panduan instalasi ini yang direkomendasikan adalah:

1. Openfiler

2. FreeNAS

3. OpenIndiana

b. Konfigurasikan sistem operasi storage tersebut untuk memiliki satu pool dengan file-system ZFS

1. Untuk Openfiler bisa dilihat melalui situs http://greg.porter.name/wiki/HowTo:Openfiler

2. Untuk FreeNAS bisa melihat melalui situs http://doc.freenas.org/index.php/Main_Page

Screen Shot 2013-11-10 at 4.03.03 AM

c. Aktifkan fitur iSCSI target pada sistem operasi storage tersebut.

Screen Shot 2013-11-10 at 4.08.00 AM

d. Masuk ke dalam sistem operasi Solaris 10 yang telah terinstal, pastikan service dari iSCSI initiator telah berjalan;

#svcs -a|grep iscsi

#svcadm enable svc:/network/iscsi/initiator:default

Screen Shot 2013-11-10 at 3.52.42 AM

e. Cek nama konfigurasi initiator iSCSI di node Solaris 10, dan daftarkan pada sistem operasi storage.

Screen Shot 2013-11-10 at 3.24.39 AM

f. Masukkan node dari Solaris 10 ke dalam daftar target LUN yang telah dibuat agar muncul di Solaris 10 setelah diaktifkan modus penemuan target.

Screen Shot 2013-11-10 at 4.14.03 AM

f. Masukkan node dari Solaris 10 ke dalam daftar target LUN yang telah dibuat agar muncul di Solaris 10 setelah diaktifkan modus penemuan target.

#iscsiadm add discovery-address 192.168.10.30:3260

#iscsiadm modify discovery -t enable

#iscsiadm list target -v

Screen Shot 2013-11-10 at 9.26.58 AM

Screen Shot 2013-11-10 at 9.27.57 AM

f. Untuk memeriksa disk LUN dari open source storage telah terpetakan ke Solaris 10, dilakukan perintah berikut;

#devfsadm -i iscsi

#format

Screen Shot 2013-11-10 at 9.32.16 AM

g. Lakukan petunjuk d hingga f pada node  cluster Solaris 10 yang lain.

3.  Menginstalasi perangkat lunak Solaris Cluster 3.3

a. Setelah selesai mengunduh perangkat lunak Solaris Cluster 3.3, maka ekstraklah berkas terkompres yang diunduh tersebut, dengan menaruh dalam direktori /export/home (atau di mana saja yang anda pilih) dan membuat direktori SC3;

#unzip -d SC3 solaris-cluster-3_3u1-ga-x86.zip

b. Pindah ke direktori /export/home/SC3 dan pilihlah direktori Solaris_X86 dan eksekusi berkas binari installer

#./installer

catatan: Jika Solaris 10 yang terinstal tidak menyertakan mode antar-muka pengguna grafis jalankan perintah

#./installer –nodisplay

Screen Shot 2013-11-10 at 9.50.55 AM

Screen Shot 2013-11-10 at 9.53.34 AM

c. Selanjutnya pilih pilihan “Next” dan pilihlah paket:

* Solaris Cluster 3.3u1

* Solaris Cluster Agents 3.3u1

Catatan:

– Pemilihan paket Solaris Cluster 3.3u1 akan secara otomatis menambahkan paket share-services Java DB 10.2.2.1

– Untuk Solaris Cluster Agents, disarankan untuk dipilih seluruhnya.

Screen Shot 2013-11-10 at 9.54.08 AM

Screen Shot 2013-11-10 at 9.57.17 AM

c. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan prasyarat instalasi untuk memastikan sistem operasi memadai.

Screen Shot 2013-11-10 at 10.04.54 AM

d. Selanjutnya akan ada pilihan untuk mengkonfigurasi Solaris Cluster paska instalasi paket, pilihlah opsi Configure Later.

Screen Shot 2013-11-10 at 10.09.14 AM

e. Pilihlah “Install” untuk konfirmasi instalasi.

Screen Shot 2013-11-10 at 10.12.16 AM

e. Terakhir, pilihlah “Install” untuk melakukan instalasi.

Screen Shot 2013-11-10 at 10.14.05 AM

e. Proses instalasi Solaris Cluster telah selesai.

Screen Shot 2013-11-10 at 10.16.46 AM

f. Lakukan proses instalasi Solaris Cluster dengan cara yang sama pada node Solaris 10 yang lainnya.

4.  Kesimpulan

Proses instalasi perangkat lunak Solaris Cluster yang telah selesai merupakah separuh bagian dari proses, tahap berikutnya adalah penyempurnaan dengan pengkonfigurasian.

Solaris Cluster merupakan sistem komputasi cluster yang telah terbukti berfungsi sangat baik, mudah diimplementasikan dan banyak digunakan oleh beragam jenis bidang yang membutuhkan komputasi ketersediaan-tinggi (highly-available) seperti industri telekomunikasi (untuk operasional sistem billing, CRM, dan lainnya) atau diimplementasikan secara terintegrasi untuk menunjang aplikasi penting lainnya semisal Oracle Database, aplikasi SAP.

Tulisan berikutnya akan melanjutkan konfigurasi node-node yang telah terinstal perangkat lunak Solaris Cluster sehingga terbentuk menjadi kesatuan fungsi cluster.

Sumber pustaka:

1. Wikipedia

2. Pustaka Oracle

    Oracle Solaris Concept Guide

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s