Tribute to KLa Project; tohokan untuk KLanis

Saya ingin menggunakan kata membunuh ketimbang menohok karena sepertinya KLanis akan tidak terlalu senang dengan daur ulang lagu-lagu KLa yg hadir di album ini.

Penggandengan Indomaret sebagai mitra penjualan sangat baik mengingat toserba tersebut memiliki jaringan menggurita di seluruh Indonesia sekaligus penanda evolusi (suramnya) bisnis toko musik konvesional.  Sayangnya saya masih melihat metode penjualan melalui toko musik digital seperti itunes masih menjadi hal yg meragukan bagi produser album.

Mari bicara lagu-lagu daur ulang yang ada di album ini.

Tentang Kita – Ran, energi & dinamika yg ada di versi asli menghilang,  Ran membuat tempo lambat tempo lagu ini tanpa lepas dari pakem lagunya.  Biasa.

Lantai Dansa – The Upstairs,  bagi penggemar Beastie Boys mungkin akan tersenyum,  penggemar KLa akan sedikit kaget,  tapi The Upstairs bisa membawakan dinamika lantai disko era sekarang menggunakan lagu ini. Segar (Tiba2 saya ingin menari kejang/break dance).

Yogyakarta-Ungu. Pembunuhan lagu sakral dilakukan oleh produser melalui band ini.  Kualitas vokal buruk (sepanjang lagu saya terganggu desahan vokalis) aransemen pas-pasan membuat saya selalu ingin dengar versi asli atau versi KLakustik yg lebih mewah. Saya bisa paham bila alasannya demi pasar, tapi jika atas nama musik saya akan beri judul Jyakarta karena hilangnya roh Jogja.

Semoga – Vidi Aldiano.  Tak bisa menulis banyak tapi penggemar Vidi dan pasar mungkin akan suka.

Terpurukku Disini – Ahmad Dhani. Ada yang bisa bilang vokal Dhani bagus silakan acungkan tangan?  Tak ada?  Oke saya bersama kalian.  Bebunyian synthesizer, gebukan drum  a la Republik Cinta Dhani membosankan, tidak ada yang baru. Mengubah lagu “kebangsaan” menjadi kebosanan.

Bahagia Tanpamu – Violet, daur ulang yang tidak lepas dari pakemnya ditambah bunyi gesekan biola dan keroyokan vokal trio cantik ini seperti hanya menggantikan suara Katon ditambah sentuhan biola. Saya mendua, antara kecantikan & kehebatan permainan biola mereka dengan suara mereka.

Meski Tlah Jauh – Pongky Barata (dengan Sophie Navita),  saat dulu mendengarkan lagu Maafkan Aku,  saya berpikir ini lagu baru KLa kah?  Baru kemudian saya tahu ini band baru dengan vokalis bernama Pongky Barata,  Jikustik.  Sentuhan ulang Pongky pada lagu ini sangat baik dan Sophie menyempurnakannya.  Lagu favorit yang makin difavoritkan.

Sudi Turun ke Bumi – Babas.  Saya tak pernah suka lagu KLa ini,  sentuhan ulang Babas meyakinkannya.

Prasangka – Maliq n D’Essentials,  KLanis boleh tersenyum,  KLa menitis di band ini,  aransemen ulang yang segar,  kualitas vokal baik membuat saya selalu memutar ulang lagu ini.

Menjemput Impian – Kerispatih,  kalau tak mendayu & melankolis bukan Kerispatih (bahkan tidak pas pada bait tertentu).  Saya tak bisa dapat gereget pada lagu yg versi aslinya mendayu tapi tidak lebay.

Apa yang saya dengar dan rasa berbeda dengan yang lain, tapi karena penasaran lalu memutuskan membeli CD ini membolehkan saya ulas sesuai kuping & hati dengar.

Album Lilo Kla ini bisa jadi referensi KLanis yang ingin melihat lagu-lagu kesukaannya dibawakan musisi lain.

Iklan

5 pemikiran pada “Tribute to KLa Project; tohokan untuk KLanis

  1. Walau bukan KLAnis, Setuju hanya maliq n pongky yang bisa membawa suasana lain dari musik KLA tanpa kehilangan ruh KLA sendiri. Untuk sang president republik cinta.. Sudahlah lupakan.. Dan ungu pun hanya menambah remuknya..

  2. Setuju dg sebagian besar pendapatnya.. Lagu Yogyakarta dan Tak Bisa ke Lain Hati mestinya disimpan rapi2 di rak koleksi, tdk perlu dipegang2 lagi.. apalagi dikasih ke musisi lain utk diremake, jelas skill bermusiknya ga kesampean XD.. Ga habis pikir ngasih lagu Terpuruk ke Ahmad Dani, bener2 bikin kualitas lagunya ikutan terpuruk..

    Utk Violet, menurutku malah paling bagus, krn lagu itu sebenernya liriknya sangat feminim dan mestinya dibawakan dg ‘separuh’ ceria – aransemen versi aslinya malah tdk se’bahagia’ judulnya.. Utk Maliq, sebenernya bagus, cm ditilik dari liriknya mestinya itu adl percakapan 2 cowo ttg seorang cewe yg dilihatnya – serasa aneh aja lagu itu dinyanyikan oleh satu vokalis cowo..

    Saya mengapresiasi pd mereka yg mau keluar dr pakem lagu aslinya dan menuangkan passion bermusik mereka ke dalam lagu itu.. Babas, Upstairs, dan Violet menurutku yg berhasil. Maliq, Vidi, dan Pongky menurutku spt sekedar mengamini lagu aslinya tanpa menambah hal yg benar2 segar.. tp itu masih okelah dibanding sisanya yg malah menghancurkan lagu2nya… wkwkwkwk

    Tp biar adil – sptnya pemilihan bbrp musisi yg diikutsertakan di proyek ini juga krg pas.. Mestinya dipilih yg punya style kuat macam afgan, agnes, glenn fredly, nidji, atau changcuters – musisi yg mampu mengapresiasi lagu apapun tanpa kehilangan warna mereka sendiri..

  3. menurut aku, semuanya tidak menarik. aku sukanya lagu yg slowly n easy going. semakin ak denger nih daur ulang malah bikin kepalaku makin pusing. semakin rindu untuk ngedenger versi asli suara katon.

  4. Sebagai KLanis sejati, wajarlah jika banyak dari kita yg kecewa mendengarkan lagu2 KLa Project yg dulu kita sukai jadi terdengar berbeda. Tapi saya sih suka karena generasi sekarang yang tidak kenal KLa Project jadi tertarik dan suka pada lagu-lagunya. Contohnya ponakan saya yang masih kelas 1 SMP dan adiknya yg masih kelas 3 SD, setelah mendengar album tribute itu, dia lantas mencari dan menyetel semua kaset KLa Project milik ibu maupun omnya. Saya tetap salut dengan ide Lilo. Jika melihat musiklopedia di trans7, kok ada beberapa lagu yg blm ada di album ya?

  5. Betuull.. Saya mungkin belum atau bukan Klanis sejati, tapi setelah denger tribute-nya, saya selalu cari lagi aslinya. Gak ada duanya, gak ada tandingannya.. Banyak lagu daur ulang yang masih bisa enak didengar dinyanyikan oleh penyanyi lain, contoh Andai Kau Datang-nya Koesplus, masih terasa renyah dinyanyikan Ruth Sahanaya. Tapi lagu Kla, hanya bisa mendapatkan jiwanya oleh Kla sendiri. Romansa dan Gerimis are the best!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s