Ayo Lindungi keluarga kita dengan berinternet sehat dan aman (Jangan ada Devie yang lain).

Pembaruan: Devie sudah ditemukan, terima kasih Pak polisi & masyarakat (netter) yang membantu. 🙂

Sebuah doa & harapan dari Bunda Judith Lubis.

Semoga berinternet aman & sehat itu tidak hanya sekedar penunjukkan kediktatoran & arogansi berbentuk blokir.

Devie Permatasari

Harapan dan Doa …

oleh Judith Lubis pada 19 Oktober 2010 jam 21:18

Minggu lalu 15 Oktober saya menerima undangan pihak Metro TV untuk membahas penculikan Devie Permatasarie yang menghilang sejak 5 oktober 2010. Miris hati mengetahui terjadi kembali korban penculikan dimana modus operandinya menggunakan situs jejaring sosial FaceBook. Setelah bertemu dengan keluarga korban dan sahabat Devie diperoleh data korban bersedia menemui pelaku setelah dijanjikan akan diberikan BB dan uang Rp 50.000/minggu. Masya Allah ……

Belum lepas dari ingatan saya bulan Juni 2010 seorang siswa SMPN Dewi Fatimah 15 th pamit kepada orang tuanya untuk menemui seorang pria yang diketahui berinisial SH, yang dikenalnya lewat jejaring sosial Facebook pada Sabtu (26/6). Kemudian, pada Senin (28/6) malam, Dewi ditemukan tewas di lapangan Jalan Utama Kavling Departemen Luar Negeri (Deplu), Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren dengan keadaan mulut dan kaki terluka dan jeratan tali di leher.

Sahabat sahabatku riset iseng yang saya lakukan menghasilkan bulan Oktober 2009 Rohmatul Latifah Asyhari, 16 diJombang mengalami penculikan oleh Anis Asmara 41 th yang dikenalnya via Facebook.Dibulan dan tahun yang sama kasus serupa terjadi juga di Kota Medan dimana korban Candra warga PekanBaru diculik oleh Yudawanto warga Medan dengan meminta tebusan 200 juta kepada keluarga korban. Mereka berkenalan melalui jejaring sosial lalu bertukar nomor handphone lalu korban memutuskan untuk mengunjungi pelaku dikota Medan. Tentunya tak pernah terbersit difikiran korban kunjungan persahabatan akan berakhir menjadi drama penculikan.

Data KPAI diFebruary 2010 menyatakan ada 7 kasus penculikan/bulan dimana korban berkomunikasi melalui jejaring sosial facebook.Sebagai praktisi dan orangtua , besar harapan agar Devie segera ditemukan dalam kondisi selamat. Mengkaji dari berbagai kasus yang kerap terjadi diberbagai kota besar, saya berharap para Petinggi Manajemen Telekomunikasi di Indonesia bersedia lebih gencar mensosialisasikan pentingnya berinternet dengan aman melalui jejaring sosial agar tiada lagi korban korban berjatuhan.Jangan lagi ada Latifah, Devie, Dewi, Nova, Chandra lain dibumi Indonesia .Korban korban merupakan anak anak remaja usia Sekolah Menengah Pertama yg labil .. Sulit disalahkan saat mereka tertarik untuk memiliki HandPhone yang menawarkan kemudahan akses situs jejaring sosial ditengah gempuran iklan para Operator Telekomunikasi dan Handset yang marak bertebaran disetiap penghujung jalan.Keterbatasan pengetahuan akan bahayanya menaruh data asli disitus jejaring sosial dimanfaatkan segelintir pihak untuk melakukan tindakan kejahatan pemerkosaan, penculikan bahkan hingga mengalami pembunuhan.

Sungguh mengenaskan fenomena yang terjadi pada remaja remaja putri kota besar diIndonesia,Maraknya korban bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata dan aparat penegak hukum , tetapi tanggung jawab kita semua sebagai para pelaku IT diranah maya

Semoga kita tidak hanya berdiam melihat angka angka statistik yg terus bertambah. Mari membantu keluarga korban Devie Permatasari dengan menyebarkan link ini agar masyarakat bisa mengenali korban dan melaporkan ke aparat kepolisian terdekat atau memberikan info pada saya untuk diteruskan kepada keluarga korban dan Aparat Poltabes Bandung yang saat ini bergulat dengan waktu  siang dan malam  mencari keberadaan Devie .

Salam Prihatin dari belantara Maya …

Satpam Jelita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s