11 bulan lainnya gimana?

Tuhan…Engkau tidak hanya menciptakan satu bulan agung saja kan? lah…yang 11 bulan lainnya tentu Engkau juga mengharapkan aku untuk selalu berbuat baik dan shalih tanpa berkurang sedikit pun.

Aku rasa Engkau menciptakan bulan agung ini hanya untuk sekedar menjadi “my million dollar prizes”, “top of the top”, “resume” atau, “klimaks” sebagai pengukur 11 bulan yang lainnya.

11 bulan yang engkau janjikan bakal dihapus segala khilafku, maksiatku, dan semua dosa-dosa yang mungkin tidak bisa di hapus dengan tombo panah kiri “undo” yang kadang-kadang khilaf dan dosa itu malahan sering di “redo” atau kopas/kopi-paste.

Bulan suci-Mu ini adalah bulan yang ke 28 kali hadir dalam hidupku yang tentu sahaja dalam 11 bulan lainnya acapkali terlupakan betapa enaknya nikmat sehat dan selamat serta panjang umurku yang telah Engkau berikan ya Tuhan, sehingga seringkali aku menganggap bulan agung-Mu ini “just an ordinary month where i will receive my extra one month pay that could give me another gadget or PCB berplastik mengkilap lainnya”.

Tapi sepertinya Bulan agung yang ke 28 kali dalam hidupku iini berbeda, Tuhan. Well…beberapa hal masih sama…masih ada kemiskinan, masih ada kekerasan di muka bumi ini (yang kadang bikin aku sebal karena selalu mengatas-namakanMu ya Tuhan).

Tahun ini berbeda.

Bulan agung kali ini aku sambut dengan betapa Kau tunjukkan arti hidup dan mati dalam perjalanan hidupku.

Bulan agung lalu aku Kau hadiahi akuย  seorang bayi mungil yang kini telah memasuki waktu lucu-lucunya (berat 12Kg dan tinggi 100 cm lebih). Aku dan istriku lengkap menjadi keluarga. Kau tunjukkan kebesaranMu dengan mulai ditiupkannya ruh anakku tahun lalu hingga kini menjadi bayi yang demplon. Kau tunjukkan sebuah kehidupan dari cinta-kasih aku dan istriku.

Memasuki bulan agung kali ini, Kau tunjukkan kebesaranMu, Ya Rabb, tentang kematian. Melalui seorang sahabatku yang sangat baik dan hebat dimataku (dan semoga juga baik di hadapanMu ya Rabb), Engkau tunjukkan persepsi sebuah kematian yang indah dengan Kau ambil ruh temanku.

Engkau telah menunjukkan sebuah nafas yang baru akan memulai kehidupan di bulan agungMu yang lalu dan Engkau telah menunjukkan sebuah nafas yang telah berhenti berhembus menjelang bulan AgungMu.

Duh..Gusti,…..aku lupa kalo aku sudah menumpuk kolesterol yang banyak tapi tetap saja doyan untuk memakan “Tunjang” lagi dikemudian hari, yang setelah itu akan berucap “Sehat adalah nikmat yang paling besar” yang sepertinya hanya untaian mudah di lidah.

Lusa, di bulan agungMu ya Tuhan, lidah ini seharusnya di keringi, mata ini harus juga di cuci, kuping ini akan di sumpal, dan hati ini harusnya putih untuk kemudian di praktekan secara konsisten di 11 bulan lainnya.

Selamat berpuasa, Marhaban ya Ramadhan

Otokritik, Jesie Basuki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s