Hidup Adalah Penipuan

Tanpa etika & nyali untuk menghadapi massa yang teredukasi dan menipu orang-orang yang kurang teredukasi. Mudah saja, jangan hanya berani “berbicara satu arah” melalui iklan memanfaatkan jerih payah & pengabdian orang lain selama 25 tahun jikalau ingin memberikan “makna” bagi masyarakat negeri ini, habiskan saja uang anda semuanya, bagikan dari Sabang sampai Merauke dengan membangun sekolah-sekolah atau memberikan beasiswa pribadi dengan begitunya orang-orang akan lebih melihat anda dari “perbuatan” pragmatis saja, saya yakin citra Anda akan lebih bagus daripada mereka yang merencanakan ide BLT.

Hidup Adalah Penipuan refleksi moral menjelang 2009

Terimakasih u/ Enda Nasution untuk ide “Hidup Adalah Penipuan”

Iklan

6 pemikiran pada “Hidup Adalah Penipuan

  1. oo… lagi nyindir iklan politisi ya!!!
    emang bener sih, kasihan tuh suster apung yang udah berjuang mati2an bertahun2 masa di manfaatin sama orang2 kaya gitu, ah payah banget sih nda jentelmen tuh, oya buat adminnya punya tutorial untuk buat blog ga? mau belajar bikin nih tapi gagal maning gagal maning, bales ke email ku, ya!!!hatur nuhun

  2. #Tedy,

    Sebenernya ini sindiran untuk tingkah para politisi ini yang sok-sokan pengen dibilang punya leadership…leadership my ass….lah mereka sekarang semakin keliatan cuman tukang korupsi berjamaah, Soekarno, Hatta, Natsir gak perlu pake iklan2 tuh buat dibilang pemimpin…mereka mencontohkan & mengamalkan πŸ˜€

    # H,
    Leadership is not born by “TV” ads :d alias cuman tebar pesona.
    Mengenai tutorial untuk ngeblog saya tidak memilikinya, tapi saya yakin paman Google memiliki waktu yang luas untuk membantu mas H :d

  3. salam kenal…emang bener apa yang dikatakan bapak, kasihan orang2 yang cuman dipake kambing hitam untuk mencapai tujuan dan kesuksesan diri sendiri…dimasa sekarang ini semuanya mencari muka untuk kepentingan politik saja

  4. aku bukan anti “SB”, tapi ndengerin iklannya kok rasanya berlebihan, apalagi iklannya sang mantan jenderal, wuih …. anak-anakku saja sudah nggak respek (padahal mereka gak tahu tentang politik, namanya saja anak-anak..!:-)

    salam

  5. Bener kata Teddy, namanya pejuang atau pembela kaum lemah tidak perlu publikasi. Lakuin saja apa yang biasa diamalkan pejuang sejati, kalo ndak ada yang ekspose syukur, tpi klo ada ya ati2 ntar gede kepala lagi…Menurut gue pejuang di era sekarang yg ku keketahui hanya untuk pribadi n klompok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s