Mau ahli? Gabung saja ke Startup company! (Tips untuk pencari kerja pemula)

Seringkali saya bertemu dan berinteraksi dengan alumni lulusan baru dari almamater saya dan dalam diskusi saya dengan para alumni baru tersebut tercetus keinginan serta harapan-harapan mereka setelah mereka selesai bergumul dengan dunia kampus.

Salah satu wacana yang mengemuka adalah keinginan untuk bekerja, mengamalkan pengetahuan dan kecakapan mereka di bidang IT, dan tentu saja angan-angan untuk bekerja di perusahaan IT ternama seperti alumni-alumni sebelumnya (*mendadak muka memerah,idung meninggi* ๐Ÿ˜€ )

Well, my boy….i dont blame you, memiliki impian setinggi langit adalah manusiawi, yang harus menjadi pegangan adalah bagaimana menyikapi hal sebaliknya, yaitu ketika kesulitan mendapatkan pekerjaan ataupun kesulitan uuntuk memulai usaha kecil (starup company) khususnya bidang IT menjadi sebuah kepelikan (red:tantangan) yang harus dipecahkan.

Sebagai seorang pencari kerja pemula yang penuh potensi dan idelisme, bekerja diperusahaan besar ataupun ternama mungkin bukan pilihan yang tepat walaupun memberikan tantangan tersendiri. Perusahaan besar atau ternama umumnya lebih memilih para pekerja berpengalaman disamping karena keahlian dan pengalamannya yang sudah terasah.

Tempat yang cocok dan baik bagi pencari kerja pemula adalah perusahaan startup atau berskala kecil. Kenapa? karena umumnya perusahaan kecil atau startup adalah jenis usaha dengan keterbatasan finansial, sumberdaya manusia-yang pada akhirnya akan meng-over-optimalkan (red:secara paksa mendayagunakan) segala modal yang mereka miliki untuk beroperasi dan meraih keuntungan dengan beban operasi yang rendah. But that is where the diamond made ๐Ÿ˜€ .

Startup company atau perusahaan kecil adalah tempat dimana “berlian-berlian” terbaik akan dilahirkan, dan perusahaan besar hanyalah “museum tempat berlian-berlian dipajang” dan kemudian dijual ๐Ÿ™‚ .

Bila dibuat sebuah ilustrasi piramida tentang penuturan saya diatas, alumni-alumni baru/para pencaker baru sangat cocok berinteraksi dengan startup company, baik sebagai karyawan atau bahkan pemilik perusahaan.

m_piramid.jpg

Tingkatan yang paling bawah menggambarkan secara sederhana perusahaan kecil/startup company menawarkan kepada pencaker baru kesempatan seluas-luasnya untuk mengamalkan ilmu pengetahuannya. Pencaker baru bisa membuat sebuah server berbasis GNU/Linux dengan sehebring-hebringnya (red:istilah ibu hebring untuk hebat ๐Ÿ˜€ ) dengan fitur keamanan terbaik, atau melebarkan kemampuan coding suatu bahasa pemprograman karena perusahaan membutuhkan solusi (red:software++) ERP untuk operasionalnya, mereka bahkan bisa berperan untuk 2 atau lebih dari fungsional kerja (red: tenaga IT lapangan merangkap IT manajer ๐Ÿ˜€ ).

Dari sudut pandang startup company, tidak sedikit para pendirinya adalah mereka yang pada saat kuliah melihat adanya peluang bisnis dan berani untuk mewujudkan peluang tersebut melihat bahwa startup company merupakan wadah terbaik untuk mengembangkan bakat kewirausahaan.

Merangkak ketingkat kedua dari piramida, bisa secara sepihak (kacamata gue ๐Ÿ˜› ) adalah interaksi antara perusahaan dengan pencari kerja mulai mengalami penyempitan. Pengkonsentrasian keberadaan IT disuatu perusahaan menengah mulai “didefinisikan”, visi yang mulai jelas dan kemampuan bertahan perusahaan tersebut berimbas kepada pekerjanya yang dalam hal ini sudah bisa dibilang pekerja dengan pengalaman 1-3 tahun dan memiliki pengetahuan/keahlian dan mengerti etika bisnis dalam suatu korporasi, kesempatan untuk meningkatkan karir juga sangat terbuka hanya saja dari segi sumberdaya manusia maupun finansial perusahaan ini maupun pekerja masih dalam keterbatasan.

Lapis terakhir dari piramida ini adalah perbandingan keahlian di perusahaan besar. Umumnya keahlian seseorang sudah mengalami pengkhususan, ini bisa dilihat pada perusahaan berskala besar yang memiliki individu-individu pemimpin dibidang tertentu misalkan CEO, CIO, CFO, COO dan Cxx lainnya. Pada titik ini sebagai pencari kerja posisi tersebut adalah titik pencapaian tertinggi untuk karir dan keahlian (ya kalo jadi business owner atau investornya ya lain ceritanya ๐Ÿ˜€ ).

Jadi janganlah ragu untuk memulai bekerja atau memulai usaha di startup company.ย  Tentu syaratnya adalah:

1. Buatlah CV yang jujur. Pada level pemula tidak perlu “menjual” terlalu berlebihan.

2. Manfaatkanlah koneksi dan relasi. Terkadang melalui jejaring sosial inilah peluang untuk mendapatkan pekerjaan paling mudah didapat.

3. Manfaatkan internet sebesar-besarnya. Linkedin.com situs all-in-one yang memiliki fungsi sebagai CV’s and vacancy billboard yang lebih terspesifik dan bersifat langsung ke sasaran ketimbang situs-situs lowongan pekerjaan lainnya.

Itu kalo milih jadi pegawai loh ๐Ÿ˜€ .

Iklan

4 pemikiran pada “Mau ahli? Gabung saja ke Startup company! (Tips untuk pencari kerja pemula)

  1. perlu jadi ahli atau perlu pendapatan besar? gua sih pilih yang pendapatan besar ๐Ÿ˜€ what’s about you?

    loh, berarti elu melewatkan poin yang paling penting dong Ted, yaitu proses :), kalo Kiyosaki-an sih memang bilang bisa sewa ahli kalo sudah memiliki pendapatan besar ๐Ÿ˜›

  2. Startup company atau perusahaan kecil adalah tempat dimana โ€œberlian-berlianโ€ terbaik akan dilahirkan, dan perusahaan besar hanyalah โ€œmuseum tempat berlian-berlian dipajangโ€ dan kemudian dijual

    huanjroy bahasa lo!!!!!!

    sebenarnya kalo udah di piramida teratas dari piramida lo tadi, lo tetep jadi piramida paling bawah kok di big company!!!

    hell yeah!

    thats a fact of life

  3. Ah, itu betul….kalo kita tetap melihat sebagai employee dan bukan business owner/investor

    tapi raihan atas posisi tersebut merupakan puncak tertinggi dari sudut pandang seorang employee, tinggal kita mau bagaimana memandangnya ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s