Mampir ke Semarang di Bulan April.

Pada minggu kedua bulan April lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kota Semarang dalam rangka (lagi2) keperluan bersenang-senang kerja selama sepekan.

Pergi dari Jakarta tanggal 10 April dan tiba di Semarang pada hari yang sama di siang hari tidak membuat saya kelelahan untuk memulai aktifitas roaming ke daerah sekitar Simpang Lima, yang kebetulan berada tidak jauh dari hotel tempat saya menginap.

Aktifitas pertama ketika mendarat dengan selamat di kasur hotel di Kota Lunpia adalah mengunjungi sanak keluarga yang berada di daerah Pedurungan Kidul, di perumahan Liman Mukti Raya. Silaturahim ini sangat berarti buat saya (sentimentil mode on) karena sudah hampir belasan tahun tidak pernah bersua (hiks!). Sayangnya silaturahim ini hanya berlangsung selama beberapa jam saja, karena saya sudah harus kembali ke hotel untuk mempersiapkan perlengkapan kerja esok hari.

Selama di Semarang saya bekerja diperusahaan kastemer di kawasan Industri di daerah Semarang Barat yang jarak tempuhnya kira-kira setengah jam perjalanan dari hotel (duh…jadi (gak)kangen sama macet Jakarta D ). Impresi pertama yang saya dapat mengenai orang-orang Semarang dan juga pegawai perusahaan tersebut adalah sangat ramah sekali (now i know why i’ve been missin this city and eager to comeback ) ).

Tapi faktor yang paling mengesankan selain berkeliling disekitaran kota Semarang, adalah makanannya. Yes it’s the Food Factor’s™ that count . When you’ll travel a lot, a lot will you eat :p. Berikut ini adalah ringkasan dari “wisata perut” disekitaran Semarang.

1. Nasi Goreng Tombo Kangen, Samping RRI dekat hotel Santika Simpang Lima. Nasi goreng Rp.8500,00 , minuman Rp. 1000-3000, Nilai C .

Jangan pernah mencoba makan ditempat ini kecuali anda adalah anda orang yang super cuek. Kenapa? karena anda akan makan di trotoar hanya beralaskan tikar. Alasan lain? bagi pewisata asal Jakarta, karena alasan yang simpel, mereka menggunakan embel-embel “cabang Jakarta”. Loh saya kan mau nyari makanan khas dan eksotik khas Semarang, bukan makanan Jakarta yang ada di Semarang, kecuali…kalau anda sudah tidak pilihan lain dan malas mencari makanan lain (pointing a gun to my head D ). Capek deee… :p

keputusan:TIDAK DIREKOMENDASIKAN

2. Warung Nasi Pojok Srikaton, Jl.Srikaton Tengah 1, Kawasan Industri Semarang Barat. Menu yang dicicipi, Mangut (Sayur/Gulai Pindang Tongkol), Nilai B+.

Ini beneran makanan enak, serius enak :d, dan benar-benar pas dimakan pada makan siang. Menu Mangut yang dicicipi kebetulan menggunakan daging ikan tongkol sebagai lauknya yang dipindang yang ketika mendarat dimulut terasa sangat pas keempukan daging tongkol ditambah sedikit aroma asapan pindang yang masih terasa. Menurut kolega saya, Mangut ini bisa saja menggunakan telur, atau jenis ikan yang lain tapi ikan tongkol sudah cukup enak untuk mungkin pada kesempatan lainnya barangkali akan saya temukan Mangut menggunakan bahan lain sebagai lauknya.

keputusan: DIREKOMENDASIKAN

3. Seafood Pak Sutikno, Tanah Mas. Menu yang dicicipi ,kerang besar (Srimping)/Otate goreng 1 kilo, udang saus tiram 1/2 kilo, Minuman 4 gelas, Porsi 4 Orang, Rp. 81.500,00, Nilai A+.

Sebenarnya <del>warung</del> rumah makan Seafood Pak Sangklak adalah tujuan utama saya, namun karena kolega saya ternyata tidak bisa menemukannya karena warung tersebut akhirnya diputuskan untuk menikmati hidangan sejenis yang berada tidak jauh dari bekas warung Pak Sangklak (belakangan kami baru mengetahui warung Pak Sangklak pindah kedepan tidak jauh dari tempat kami makan dan berubah menjadi bangunan permanen Ruko

Sebagai pelahap semua jenis makanan halal, sudah merupakan “takdir” saya untuk tidak memiliki pantangan atau alergi terhadap semua jenis makanan laut termasuk udang dan kerang (kecuali kolesterol yang semakin tinggi dan lemak yang semakin menggumpal D ).

Satu hal yang pasti, bagi yang pernah mencicipi masakan Jepang bernama Otate (Kerang besar), menikmatinya adalah suatu hal yang mahal bahkan bagi orang Jepang sendiri dinegara asalnya. Anda bisa mecicipi 2-10 keping kerang besar tersebut di daerah Kelapa Gading, Jakarta dan bersiaplah merogoh kantong sebanyak Rp.30.000-Rp.40.000. Tapi di Semarang, anda cukup merogoh Rp.25.000,- untuk mendapatkan satu kilogram dari kerang tersebut kemudian pesanlah untuk digoreng dan disajikan dengan 4 rupa sambal, saya jamin anda tidak akan khawatir menyisakannya di meja makan (apalagi kalo bareng saya D ).

Hidangan yang tak kalah mantapnya adalah udang goreng saus tiram, kami memesan 1/2 kilogram dengan hanya membayar Rp.37.000. Udang yang disajikan berukuran besar bisa disamakan dengan udang Windu. Ditemani dengan nasi putih yang hangat dan pulen serta 4 gelas minuman, akan semakin mematri ingatan anda akan kunjungan ke kota Semarang.

keputusan: SANGAT DIREKOMENDASIKAN

Udang goreng saus tiram

Kerang goreng/Otate

4. Tahu Pong Semarang, Jl. Majapahit, depan gereja Bethel. Menu Tahu Komplit perporsi Rp.14.500,00, nilai A++.

Satu hal yang perlu saya ingatkan sebelum mencicipi hidangan khas ini, dengan menu Tahu Komplit, makanlah dalam kondisi benar-benar sedang lapar atau anda akan merasa kelelahan menghabiskannya, ya,….setidaknya itulah yang saya rasakan D .

Tahu Pong Semarang ini memang sangat layak untuk dinikmati ketika sedang berkunjung kekota Semarang.

keputusan: SANGAT DIREKOMENDASIKAN

5. Soto Mas Met, Jl.Andraprasta, setelah hotel Andraprasta, samping mushola.Nilai A+.

Jangan mencibir atau tertawa ketika anda pertamakali melihat ukuran dari seporsi soto ayam sajian Mas Met ini, karena ujung-ujungnya anda bisa saja menghabiskan lebih dari 2 mangkok (ya,ya,ya…saya harus ceoat-cepat diet), satu hal yang mungkin membedakan soto ayam Mas Met dengan yang lainnya adalah penggunaan petis yang khas sama halnya ketika mencicipi tahu petis, hidangan peneman soto ayamnya (sate kerang, sate ampela, tempe, perkedel & tahu goreng, dll) dan warungnya hanya buka dari pukul 4 sore hingga 10 malam.

keputusan: SANGAT DIREKOMENDASIKAN

6. Loenpia Mbak Lien, Jl.Pemuda, 3 porsi loenpia (3 x 1 loenpia basah & 3 x 1 loenpia goreng) Rp. 40.000. Nilai A.

Saya sebenarnya kurang begitu menyukai loenpia entah itu loenpia basah atau goreng, tapi menurut kolega saya, loenpia ini pantang untuk dilewatkan untuk dicicipi, disamping ukurannya yang besar (halah….ukuran benar-benar jadi tema terselebung blog ini D ) rasanya juga cukup lumayan plus cocok untuk teman menonton pertandingan Liga Champion (pembantaian) Man UTD vs AS Roma.

keputusan: DIREKOMENDASIKAN

Tidak jauh dari lokasi loenpia Mbak Lien, ada sebuah toko yang bangunannya sangat bersejarah dan unik plus memiliki latar belakang salah satu lambang jajanan khas Semarang semenjak jaman baheula, yaitu toko es krim Oen, yang sayangnya tidak sempat saya kunjungi. Oh ya, sepanjang deretan trotoar jalan Pemuda dari mulai Loenpia Mbak Lien hingga toko es krim Oen, bila dimalam hari digunakan sebagai pasar loak kaget, dan hey…siapa sangka barangkali anda bisa menemukan barang antik dengan harga terjangkau seperti yang saya dapatkan D .

Masih banyak mungkin tempat-tempat dan suguhan khas Semarang yang belum sempat saya singgahi semisal situs Lawang Sewu, Dendeng Udang, dan lainnya. Semoga saja nanti saya bisa berkunjung lagi. Insha Allah.

Akhir cerita, Alhamdulillah pada bulan Mei 2007 saya dan istri mulai menempati saung baru yang selama setahun ini kami bangun, mulai perlahan-lahan sedikit demi sedikit menjauh dari keanggotaan Yayasan Bapak-Ibu (Mertua) D . Satu hal yang masih terasa agak kurang, adalah kehadiran seorang <del>buntut<del> momongan yang mudah-mudahan dengan doa anda (ya, situ yang baca tulisan yang panjang banget ini) bisa di ridho’i dan dikabulkan dan semoga saung kami ini menjadi motivator untuk mencetak calon Jesie.Jr. Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s