Die Hard For Mudiks! : Selamat Hari Idul Fitri 1 Syawal 1427H

Waduh, ternyata blog saya sudah terlalu lama ketiduran. Oke, kira-kira judul diatas mungkin akan terasa sangat pasaran dan berhubung saya sedang curi-curi (Harom, teu meunang, pamali, baru lebaran udah bangor) numpang setetes benwit di salah satu kastemer kantor (”tengok kiri-kanan,depan belakang, atas bawah pelan-pelan).

So ini cuma sekedar catatan kecil rencana mudik ke rumah mertua tercinta anaknya (dibilang jurnal perjalanan, ntar takut dibikin sinetronnya :p) hingga hari kepulangan.

Minggu pertama Oktober 2006:

Dengan pikiran yang kepede’an dan still yakin 100% gw baru tanya-tanya sekaligus niat booking tiket perjalanan (pake pesawat dong…cring D ) ke salah satu biro perjalanan langganan, dial nomor telpon agen perjalanan, langsung tanya:

Gue: “Halo, Sant*,..Siang Pak, tiket untuk ke Medan untuk tanggal 21 Oktober, kelas ekonomi, dengan harga yang paling murah terjangkau”. kemudian gak lama yang diseberang menjawab,
Bapak Biro: “Sebentar ya pak, saya cek dulu”.
Gue: “Oke”.

Sembari menunggu si Bapak tersebut mengecek maskapai penerbangan dengan tujuan domestik beserta harga tiketnya, bayangan mudik naik pesawat kelas ekonomi bersama istri tersenyum mesra, bermenukan sekotak makanan berisi satu kue/roti beserta air mineral dari maskapai penerbangan menyeruak.

Tidak begitu lama, terdengar suara dari kerongkongan dengan berat yang sepertinya udah lama gak dibasahin aer, membuyarkan lamunan gw.

Bapak Biro: “Halo pak, tiket untuk perjalanan dari Jakarta menuju Medan untuk tanggal 21 Oktober 2006..”
Gw: ” Iya”.
Bapak Biro: “Untuk kelas ekonomi” ….sambil kedengaran bunyi kletak-kletek kibor PC di teken di ujung gagang telpon disana.
Gw: “Iya”. mulai gag sabar nunggu penjelasan akhir si lawan bicara.
Bapak Biro: “Habis terpesan pak“.
Gw: “Hah?” Bengong sejenak, semenit kemudian mulai ngecek situs maskapai penerbangan untuk kelas ekonomi, di internet.
Bapak Biro: “Untuk penerbangan ke Medan pada tanggal tersebut yang tersedia hanya Alam Air dengan harga satu juta empat ratus ribu rupiah” sambung sang jaka di telpon seberang dengan kalem.
Gw: “Oh” nada suara perlahan mulai ilang dan mendadak lesu.

Bersambung lagi ceritenya ntar-ntar, benwitnya udah mo dibalikin ama yang punya..xixixixixi. Taqoballahu mina waminkum. Mohon Maaf Lahir Batin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s