Felicitaciones! Spanyol layak menjadi juara turnamen piala eropa 2008. Suguhan permainan kolektif (kolektif, catat itu Belanda!) yang terus-terusan menyerang dengan sangat cantik dikombinasikan dengan talenta individu-individu disajikan selama hampir sebulan penuh. Skor 1-0 cukup menegaskan kehebatan timnas Spanyol yang selama ini selama ini selalu timpang prestasinya dibanding dengan prestasi kehebatan kompetisi liga primera division bahkan oleh kehebatan klub-klubnya seperti Les Merengues Real Madrid atau pun Mas que un club Barcelona. Gol “mahal” Fernando Torres tidak indah dibanding gol Xavi Hernandez ketika melawan Rusia tapi cukup menegaskan kehebatannya sebagai jugador timnas Spanyol yang memang layak untuk menggantikan peran Raul Gonzales. Bagaimana dengan Jerman? Jerman mengulangi kebodohannya ketika melawan Turki. Maaf saja, nama besar spesialis turnamen saja tidak cukup untuk menjadi juara tanpa adanya passion dan konsistensi yang stabil. Ya, kiprah Ballack (dan rekan Deutcshland nationalmanschaf) cukup hanya sampai di level “Almost Winner” alias pecundang.
Sehari sebelumnya Leila ch Budiman, setelah 25 tahun menjadi pengasuh rubrik Psikologi di harian nasional Kompas, berpamitan. Jujur saja mungkin selain halaman karikatur (Panji Koming, Beny&Mice, dan Sukribo) di harian Kompas Minggu yang saya sukai, rubrik Psikologi inilah yang menurut saya paling sering saya ikuti. Banyak sisi kemanusiaan yang luar biasa terekam di rubrik ini. Keluhan, aduan bahkan empati yang berinteraksi antara Bu Leila ch Budiman dengan pembaca bahkan tanggapan pembaca terhadap pembaca lain secara tidak resmi menjadikan rubrik ini seperti bilik pengakuan antara pendeta dengan jemaat yang menasional. inilah the real Reality Show, it’s the show of life’s. Sampai jumpa Bu Leila.
Seiring dengan kemenangan Spanyol menjuarai turnamen piala eropa, hari ini juga merupakan hari terakhir saya bekerja untuk Fujitsu Indonesia. 3 tahun 3 bulan penuh guratan pahit manis yang menjadi simfoni indah perjalanan hidup & karir saya. Di Fujitsu Indonesialah saya banyak belajar dan berkembang. Terima kasih Fujitsu Indonesia, semoga berjaya dan bersinar seterang matahari di masa mendatang, besok pagi saya akan mulai menyongsong sinar matahari yang terang bersinar di perusahaan bentukan alumni Stanford University. Bukankah (misteri) hidup ini indah? Ganbate!







