Solaris 11: In just a near time

21 02 2009

solaris11

Well, i’m not kidding with the blog title though i cannot confirm about the release date,  surely that Sun may  have showing what would be the next release of  Solaris 11-would be operating systems (code name Nevada), and what may come its new standard technology for the future of  advance networked operating systems.

If you already try the new release of  Solaris 10 u 10/08  (Oct 08) probably you’ll notice that Sun has put a “new” filesystems beside the the old-derived-goodfriendly-admired UFS file systems, It’s the ZFS .

The ZFS has now becoming an optional filesystems that came with the UFS in the installation of  Solaris 10  u10/08 (well, if you pick the  interactive installation menu (number 3 &4)), and it’s technology has been ported by its unix-brother-alike.

The ZFS offers zpool, advanced Solaris containers/zones in virtualization (hey..in this era of global crisis, virtual machine seem to be a “diplomatic” solutions for company who would like to keep their bussiness on-goin but with an “approriate” budget to keep until maybe one or two years ahead), and i predict ZFS would slowly but sure the standard filesystem for the next Solaris 11.

The next thing is LDOM (Logical Domain), LDOM is “working” above the hard partition and beneath the soft partition. Though LDOM is currently only available for the Sun CoolThread server (or the SPARC Ent T-series) and exploit it  UltraSPARC T1 and T2 processors, soon i hope it would become a standard in the Solaris 11-would be operating systems.

With LDOM that run’s on Threaded chip processore core’s  is like your having one physical server running one Solaris with up to 32 virtual machine/domain in UltraSPARC T1 processor base.Imagine that, one server run’s  1 + 32  Solaris OS, now that what i called a technology for the (financial) crisis.

Solaris 11 may should offering not only an advance technology in network computing, but it also should become the technology in an era of crisis, a technology that hear your economic concern and also a technology that ready to escort you through the gate of  next economy revolutions.

While your anxious to wait the next Solaris 11 to released, what feature technology to offers, the current Solaris 10 10/08  is definetly is the best Solaris 10 that offer the technology for what would become to be next Solaris 11 that you can apply also to balancing the challenge of crisis at nowaday.





Bandung terus

6 02 2009

Semenjak akhir tahun lalu, Bandung menjadi kota yang sangat-sangat tidak asing bagi saya. Kenapa? karena semenjak awal desember 2008 hingga hari ini saya merasa seperti “Bandung frequent visitor” :D .

Kunjungan ke Bandung lebih dikarenakan berhubungan dengan pekerjaan di Telkom Lembong dan juga XL Bandung.

Dan semenjak desember 2008 hingga hari, hujan masih terus menyapa kota ini. Sebenarnya banyak yang ingin saya tempel foto-foto perjalanan ke Bandung, tapi mungkin nanti saja, setelah punya waktu luang untuk ngeblog lagi :d





Musik heu eh, IT apalagi

15 11 2008

Dunia musik yang serius (belajar main gitar 2-3jam sehari, ngeband serius keluar masuk studio, bikin lagu) memang sudah lama ditinggalkan oleh saya dan tidak ada penyesalan (cuman panas aja kalo denger grup2 band metal alias melo total sekarang menjadi “raja” dan suwer cuma iri dikit ngeliat suksesnya mereka  :D ) bahwa saya tidak dinasibkan untuk menjadi seleb musik yang terkenal dan tidak dinasibkan untuk kelak akan menjadi musisi yang alat-alat musiknya di endorse untuk kemudian memiliki alat musik dengan signature sendiri.

Tetapi dunia IT emang dunia yang sudah menasibkan saya menjadi bagiannya dan ternyata memberi jalan kecil untuk saya kembali menengok dunia di atas(..eh, jangan liat ke atas sana..itu…dunia yang di paragraf atasnya :D ) well memang tidak seperti Jim Geovedi sih (we love you DJ Jim).

Lalu hubungannya IT dengan musik? ya karena dari duit IT itulah saya perlahan-lahan berusaha untuk mendekatkan diri kembali dengan dunia musik dengan membeli peralatan musik (yang pada jaman esempe hingga kuliah nggak kebeli-beli) bukan hanya sebagai penyalur salah satu hobi saya tetapi juga sebagai..ya…mungkin tabungan saya kelak bila sudah lelah dengan command line, OBP, kernel panic atau ganti system board:D

Ya, sebenarnya juga mungkin saya dan band-band yang saya tuduh “metal” pun sama naif dan polosnya, sama-sama ingin ideal dan ingin meraihnya dengan hal yang disenangi/hobi…well…mereka berhasil mewujudkannya, sedangkan saya..err…ya dikit sih berhasil juga :D .

Suatu saat mungkin saya akan memasang nama saya sendiri di sebuah papan kecil sederhana bertuliskan ” Sekolah & Studio musik bang Jesie” dan berhenti memanggul sebuah papan besar mewah bertuliskan “pegawai hebat IT”. Tetapi sampai saatnya tiba, saya tidak akan lelah dan tetap gigih memanggul papan besar mewah itu (da..heu euh emang rek neangan dahar timana deui, moal ka beuli atuh engke eta gitar,bass, drum jeung nu sejenna…goblog kok di tato! (te-em) :P )

Tapi kata Jim juga, siapa tau hobi bisa bikin kaya sekaligus nyenangin batin (disaat sekarang).

Tulisan ini dibuat tengah malam dan terlalu banyak pake kurung buka dan kurung tutup.





Epiphone Les Paul: Memainkan Gitar Les Paul tanpa menjual rumah

1 11 2008

Hal pertama, gitar listrik ini asli buatan Indonesia, di manufaktur oleh Samick Indonesia untuk Epiphone (Saya bangga akan produk Indonesia :D ). Epiphone sendiri merupakan perusahaan pembuat alat musik yang pada akhirnya dibeli oleh Gibson dan menjadi merk yang melekat dengan istilah “Gibson yang terjangkau”.

Karena membawa embel-embel (Gibson) Les Paul, maka dampaknya adalah gitar ini memiliki beberapa karakteristik dari gitar  Gibson Les Paul seperti suara gitar yang lumayan “tebal”, bobot yang lumayan berat (bahkan saya yang memiliki bobot 94 kg dan tinggi 170 cm masih menganggap gitar ini cocok juga sebagai sarana latihan bina raga :D psst…jangan marah ya Epi).

Tetapi Epiphone Les Paul memiliki terlalu banyak perbedaan dibandingkan dengan Gibson Les Paul untuk hal bahan baku gitar, lokasi pengerjaan (tenaga kerja), perangkat keras & lainnya yang menyebabkan gitar Gibson Les Paul memiliki harga lebih kurang Rp.39.500.000 (yap, tiga puluh sembilan juta rupiah) dibanding dengan Epiphone Les Paul 100 yang bisa didapat dengan harga mulai Rp.2.000.000 (well, kalau anda rajin mencari di situs komunitas musik tertentu anda bisa mendapatkannya dengan harga dimulai dari Rp.1.300.000,- :D )

Gitar Epiphone Les Paul yang saya miliki merupakan jenis untuk pemula dan termasuk dalam kategori entry level & paling terjangkau dalam keluarga Epiphone Les Paul, yaitu Epiphone LP 100.

Jujur saja, gitar ini sangat memuaskan saya yang notabene merupakan gitaris pemula, karena pada saat uji coba di dalam studio menggunakan multi efek gitar Boss ME 8 dan Ampli lokal bermerk Russel bisa menghasilkan tone yang “hampir” mendekati bunyi gitar Jimmy Page ( emang beli epi LP juga gara2 Pagey sih :P ).





I hope you dont mind: Faris Ghazali Basuki

7 10 2008

I hope you don’t mind
I hope you don’t mind that I put down in words
How wonderful life is while you’re in the world

Your Song – Elton John

Now i can put you down in words though it’s cannot describing the whole happiness that we for  your presence. Hopefully you don’t mind with these simple and old (maybe boring) word that keep saying over and over by millions of people that once and now lives, written on the net, we love you our son, we pray you for your devoutness as is Ibrahim pray for his son devoutness, Rabbi habli minas shalihin.

Ma & Pak