Tribute to KLa Project; tohokan untuk KLanis

Oktober 29, 2011 5 komentar

Saya ingin menggunakan kata membunuh ketimbang menohok karena sepertinya KLanis akan tidak terlalu senang dengan daur ulang lagu-lagu KLa yg hadir di album ini.

Penggandengan Indomaret sebagai mitra penjualan sangat baik mengingat toserba tersebut memiliki jaringan menggurita di seluruh Indonesia sekaligus penanda evolusi (suramnya) bisnis toko musik konvesional.  Sayangnya saya masih melihat metode penjualan melalui toko musik digital seperti itunes masih menjadi hal yg meragukan bagi produser album.

Mari bicara lagu-lagu daur ulang yang ada di album ini.

Tentang Kita – Ran, energi & dinamika yg ada di versi asli menghilang,  Ran membuat tempo lambat tempo lagu ini tanpa lepas dari pakem lagunya.  Biasa.

Lantai Dansa – The Upstairs,  bagi penggemar Beastie Boys mungkin akan tersenyum,  penggemar KLa akan sedikit kaget,  tapi The Upstairs bisa membawakan dinamika lantai disko era sekarang menggunakan lagu ini. Segar (Tiba2 saya ingin menari kejang/break dance).

Yogyakarta-Ungu. Pembunuhan lagu sakral dilakukan oleh produser melalui band ini.  Kualitas vokal buruk (sepanjang lagu saya terganggu desahan vokalis) aransemen pas-pasan membuat saya selalu ingin dengar versi asli atau versi KLakustik yg lebih mewah. Saya bisa paham bila alasannya demi pasar, tapi jika atas nama musik saya akan beri judul Jyakarta karena hilangnya roh Jogja.

Semoga – Vidi Aldiano.  Tak bisa menulis banyak tapi penggemar Vidi dan pasar mungkin akan suka.

Terpurukku Disini – Ahmad Dhani. Ada yang bisa bilang vokal Dhani bagus silakan acungkan tangan?  Tak ada?  Oke saya bersama kalian.  Bebunyian synthesizer, gebukan drum  a la Republik Cinta Dhani membosankan, tidak ada yang baru. Mengubah lagu “kebangsaan” menjadi kebosanan.

Bahagia Tanpamu – Violet, daur ulang yang tidak lepas dari pakemnya ditambah bunyi gesekan biola dan keroyokan vokal trio cantik ini seperti hanya menggantikan suara Katon ditambah sentuhan biola. Saya mendua, antara kecantikan & kehebatan permainan biola mereka dengan suara mereka.

Meski Tlah Jauh – Pongky Barata (dengan Sophie Navita),  saat dulu mendengarkan lagu Maafkan Aku,  saya berpikir ini lagu baru KLa kah?  Baru kemudian saya tahu ini band baru dengan vokalis bernama Pongky Barata,  Jikustik.  Sentuhan ulang Pongky pada lagu ini sangat baik dan Sophie menyempurnakannya.  Lagu favorit yang makin difavoritkan.

Sudi Turun ke Bumi – Babas.  Saya tak pernah suka lagu KLa ini,  sentuhan ulang Babas meyakinkannya.

Prasangka – Maliq n D’Essentials,  KLanis boleh tersenyum,  KLa menitis di band ini,  aransemen ulang yang segar,  kualitas vokal baik membuat saya selalu memutar ulang lagu ini.

Menjemput Impian – Kerispatih,  kalau tak mendayu & melankolis bukan Kerispatih (bahkan tidak pas pada bait tertentu).  Saya tak bisa dapat gereget pada lagu yg versi aslinya mendayu tapi tidak lebay.

Apa yang saya dengar dan rasa berbeda dengan yang lain, tapi karena penasaran lalu memutuskan membeli CD ini membolehkan saya ulas sesuai kuping & hati dengar.

Album Lilo Kla ini bisa jadi referensi KLanis yang ingin melihat lagu-lagu kesukaannya dibawakan musisi lain.

Categories: What's Goin On To Me?

Rangkaian perkataan iseng

April 25, 2011 Tinggalkan komentar

Sungguh saya hanya mencoba merangkai kata-kata iseng ketika berada di dalam bus menuju pulang yang kemudian saya terbitkan di Twitter dan Facebook, dan kali ini saya sajikan kembali di laman blog ini. Rangkaian kata-kata ini tertulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, saya bagi dalam beberapa jenis. Apa jenis rangkaian kata tersebut sila anda definisikan, kritik, atau namakan. :)

Read more…

Categories: What's Goin On To Me?
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.